Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Temukan Artikel Anda

Selasa, 11 Agustus 2009

Nikmatilah Kopinya, Bukan Cangkirnya

Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir

masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang

telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang

stess di pekerjaan dan kehidupan mereka.

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali

dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis - dari porselin,

plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan

beberapa lainnya sangat indah - dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya

untuk menuang sendiri kopinya.

Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan,

professor itu mengatakan : "Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan

mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah

saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi

diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan

stress yang kalian alami."

"Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi.

Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan

menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan

sebenarnya adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil

cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain."

"Sekarang perhatikan hal ini : Kehidupan bagai kopi, sedangkan

pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya. Cangkir bagaikan

alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki

tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita

hidupi. Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal

untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita."

Tuhan memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya. Jadi nikmatilah

kopinya, jangan cangkirnya.

Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting dibanding pekerjaan

anda. Jika pekerjaan anda membatasi diri anda dan mengendalikan hidup

anda, anda menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan.

Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak merubah

diri anda sebagai manusia. Pastikan anda membuat tabungan kesuksesan dalam

kehidupan selain dari pekerjaan anda.

7 komentar:

nen's; mengatakan...

hmm... keren banget tulisannya.
hidup kita emang adalah apa yang kita fikirkan, tapi hidup itu sendiri ga hanya tentang apa yang kita fikirkan. so jangan hidup dalam fikiran anda, tapi berfikirlah untuk hidup anda. ^_^

Salam Blog mengatakan...

@nen's
betul,kalau kata Joko Susilo:
Stop Dreaming,Start Action

Shin-kun mengatakan...

hehehe, aku pernah dapet artikel ini dari milisku, tapi aku tidak bosan2 membacanya, untuk nambah motivasi, siip Bro.. :D

Bhakti mengatakan...

Nikmatilah kopinya bukan cangkirnya. Mantab...!!! hahahah

Salam Blog mengatakan...

@Shin-kun
Terimakasih

Salam Blog mengatakan...

@Bhakti
Apalagi kopi tubruk..:D

AD1N mengatakan...

Coffe is life... life is coffe... agree with that brow :)

PASTI ANDA SUKA :

Sahabat