Temukan Artikel Anda

Minggu, 18 Januari 2015

Teknik Dinapoli

Joe Dinapoli, seorang trader professional yang yang telah berkecimpung di dunia trading selama lebih dari 40 tahun. Latar belakang pendidikannya adalah jurusan teknik elektro. Meskipun bukan dari bidang ekonomi, dirinya memiliki minat yang cukup besar terhadap dunia trading. Karir trading Joe dimulai pada tahun 1967 setelah menyelesaikan pendidikan perguruan tingginya. Ketika itu ia serius menggeluti dunia trading pada perdagangan saham dan option. Baru pada tahun 1980 Joe terlibat dalam perdagangan kontrak komoditi karena strategi tradingnya mampu menghasilkan profit yang lebih besar dibandingkan saat ia bertransaksi produk lain.

Selain dipandang sebagai pembicara kawakan, Joe juga dikenal sebagai pengarang buku mengenai trading. Karyanya yang paling laris adalah “Dinapoli Levels”, terbitan tahun 1997. Buku ini menjadi panduan wajib bagi pada trader yang ingin mempelajari teknik trading dengan menggunakan indicator Fibonacci. Sepanjang labih dari 25 tahun, Joe telah menjadi pembicara dan pengajar dari 23 negara, seperti Amerika Serikat, Eropa, Asia, Rusia, Timur Tengah & Afrika Selatan. Selama beberapa hari dalam setiap tahun ia juga menyempatkan mengadakan ‘private tutoring’ kepada bebrapa orang di ruang tradingnya. Kiprah Joe di bidang studi teknikal tidak bisa diragukan karena ia terdaftar sebagai Certified Technical Analyst.

Di kalangan pelaku pasar, Joe dikenal sebagai sosok trader sukses karena mampu membaca arah pasar secara akurat dengan memakai indicator ciptaannya sendiri. Indicator buatannya adalah pengembangan dari indicator yang sudah ada. Teknikal Dinapoli Levels sendiri merupakan sebuah pengembangan dari Fibonacci, yang mampu memberi petunjuk mengenai level support dan resisten utama. Lebih lanjut, ia juga mengembangkan MACD dan Oscilator Predictor guna membaca volatilitas pasar dan tren. Dalam hal ini, Joe menggunakan MACD Predictor sebagai penentu level stop loss.

Perkenalan Joe Dinapoli dengan teori Fibonacci dimulai pada tahun 1985. Ketika itu, ia merasa bahwa mempelajari Fibonacci adalah suatu hal yang sia-sia, bahkan Joe berpikir bahwa indicator ini sangat tidak berguna. Tetapi kemudian ia memahami bahwa anggapan itu ternyata salah besar setelah seorang kawan membuka matanya. Dari Fibonacci, Joe justru berhasil mengembangkan indicator pribadinya. Dinapoli Levels yang sangat aman membantu dalam aktivitas trading. Sepanjang perjalanan karir puluhan tahun, Joe menemukan bahwa kunci dari kesuksesan seorang trader adalah dengan mengikuti rencana trading tertulis secara disiplin, kemampuan money management yang bagus dan tidak terlalu banyak berpikir. Rencana trading adalah langkah-langkah berurutan yang terorganisir untuk mencapai tujuan. Walaupun nantinya setelah mengikuti rencana trading tersebut, trader mengalami kerugian. Namun menurut Joe, kehilangan uang adalah bagian seni ber-trading. Bila seseorang mampu mengikuti rencana tradingnya, maka ia layal disebut sebagai trader yang bagus. Seperti yang selalu ia katakana, ketika anda tidak mematuhi rencana awal, berapa pun jumlah dana yang anda kelola, maka anda tetap tidak akan mampu mempertahankan uang tersebut.

Kemampuan money management yang bagus sangat berpengaruh pada keberhasilan seorang trader. Kemampuan ini merupakan aspek terpenting dari aktivitas trading. Joe sempat berbagi cerita tentang pengalaman salah satu muridnya. Seorang murid Joe dikenal sangat pintar dan mampu menyerap semua ilmu Dinapoli dengan cepat. Setelah masa pelatihan usai, sang murid mampu melakukan trading dengan baik dan menghasilakan pendapatan yang besar. Namun pada suatu saat, murid ini sudah merasa mampu membaca pasar dengan baik sehingga ia mulai memperbesar lot-nya. Padahal jumlah margin yang ia miliki tidak cukup aman untuk melakukan trade sebesar itu. Akhirnya, murid Joe tersebut kehilangan semua uang karena pasar ternyata berlawanan dengan posisinya.

Begitu banyak hal menarik bisa diambil dari pengalaman Joe Dinapoli. Ia mempunyai semboyan yang selalu ia tempelkan pad dinding ruang tradingnya yang berbunyi “We’re all just 1 trade away from humility”. Dalam dunia trading, satu kesalahan saja seperti tidak disiplin dalam mematuhi rencana trading dan money management, maka seseorang bisa kehilangan seluruh uangnya hanya dalam 1 posisi trading.

PASTI ANDA SUKA :

Sahabat